Make your own free website on Tripod.com

Awan di atas Kehidupan Gereja-gereja Kita (2)

Tahukah Anda bahwa adalah jauh lebih mudah membangun sebuah gereja yang populer ketimbang mempertahankan sebuah gereja yang benar ? Untuk menjadi gereja yang populer Anda cukup menyenangkan hati manusia. Tapi untuk menjadi sebuah gereja yang benar, Anda harus menyenangkan hati Tuhan. Untuk yang pertama, Anda cuma membutuhkan sedikit kemunafikan, sedang untuk yang kedua dituntut tidak kurang dari ketulusan.

Untuk hidup sebagai gereja yang benar, Anda dan saya harus harus mampu meniti seutas kawat rentang bak pemain akrobat. Perlu menjaga keseimbangan secermat-cermatnya, supaya tidak oleng ke kiri atau condong ke kanan. Dan yang lebih sulit lagi adalah, sembari menjaga keseimbangan seketat-ketatnya itu, Anda dan saya mesti terus berjalan maju sampai ke ujung. Tidak boleh berhenti.

Keseimbangan yang mesti dijaga itu adalah, pada satu pihak gereja yang benar itu, tidak boleh menjadi "serupa dengan dunia" (Roma 12:2) sebab, seperti kata Yesus, gereja "bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia" (Yohanes 17:16).

Namun di lain pihak, gereja tidak boleh juga terasing atau terisolasi dari dunia disekitarnya. Sebab, lagi-lagi kata Yesus, "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia" (Yohanes 17:18).

Awan hitam yang sedang menudungi kehidupan gereja-gereja di Indonesia pada umumnya, terutama disebabkan oleh kegagalan gereja memelihara keseimbangan yang dinamis antara dua realitas yang melekat pada dirinya. Yaitu "Di dalam dunia, tapi bukan dari dunia".

Mengapa gereja kian terpuruk dan tersuruk, kian dilecehkan dan diremehkan ? Sebab selama ini kita tidak mampu mengambil sikap yang "pas" terhadap dunia di sekitar kita. Atau kita begitu mencari aman, sehingga rela menjadi "hewan peliharaan" para penguasa. Atau, lebih sering, begitu egoistisnya, sehingga bersikap tidak peduli terhadap apapun yang sedang terjadi disekitarnya. Seorang kawan saya (non Kristen) berkata, "Hanya kalau Anda bersedia menangis bersama kami, maka kami akan bersedia menangis bersama Anda". (ED).