Make your own free website on Tripod.com

Awan di atas Kehidupan Gereja-gereja Kita (3)

Awan paling hitam dan sekaligus skandal paling memalukan yang menggayuti serta menoda kredibilitas gereja-gereja kita, adalah skandal perpecahan yang melanda tubuhnya. Di Departemen Agama RI. konon, terdaftar lebih dari 300 nama organisasi gereja. Sebab konon di masa krismon ini, bisnis yang paling menjanjikan adalah membuka gereja baru. Dan profesi yang tidak mengalami PHK massal adalah pendeta atau penginjil.

Bila misi utama gereja adalah misi pemberitaan, maka skandal perpecahan membuat apapun yang diberitakan oleh gereja menjadi kehilangan wibawa dan kesahihannya. Cuma akan dianggap sebagai bualan kosong yang tidak perlu diperhatikan. Sebab bagaimana mungkin orang percaya terhadap pemberitaan gereja tentang kasih, perdamaian dan pengampunan, sementara yang dilihatnya nyata-nyata adalah cakar-cakaran, saling mengumpat, dan saling mengutuk di antara orang Kristen sendiri ?Gereja yang terpecah-pecah, kata Paulus, adalah gereja yang belum bertobat. "Jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi ?" (I Korintus 3:3).

Ada sebuah yayasan Kristen yang berhasil membeli sebidang tanah yang cukup luas di daerah yang sangat strategis, dan dengan harga yang relatif amat murah. Ketika ketua yayasan itu ditanya bagaimana mereka bisa seberuntung itu, ia bercerita bahwa tanah itu semula adalah milik seorang kaya yang amat mencintai miliknya itu. Kecintaannya adalah sedemikian rupa, sehingga ia membuat pagar yang tinggi, indah, dan tentu saja amat mahal di sekelilingnya. Ia bangkrut karena tidak mampu membayar biaya pembuatan pagar tersebut, dan terpaksa menjual tanahnya kembali dengan harga murah. Tragis dan ironis, bukan ?

Tapi kebodohan semacam itulah yang sering dilakukan oleh gereja-gereja kita. Sibuk membangun tembok. Hampir-hampir tak menyisakan perhatian dan pembinaan dalam, apalagi menjadi berkat bagi yang di luar. Skandal memalukan ini harus segera berhenti atau Sang Raja Gereja akan mematahkan kita dari mulut-Nya (bandingkan Wahyu 3:6) Saking muaknya ! (ED)