Make your own free website on Tripod.com

Jangan Khawatirkan Gunjingan Orang

"Wah, bagaimana saya bisa diam saja difitnah seperti itu. Bisa remuk dong reputasi saya". Itukah ketakutan Anda ? Jawab saya: orang yang hidup berkemenangan tidak perlu mencemaskan reputasinya. Jaga saja baik-baik karakter Anda, maka soal reputasi itu nanti akan beres dengan sendirinya! Binalah karakter Anda sedemikian rupa, sehingga bagaimanapun Anda dipergunjingkan, orang tidak akan mau mempercayainya.

Yesus, dalam Matius 10:25-26, pernah bersabda, "Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama dengan gurunya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka". Maksud Yesus, janganlah kuatir, bahkan kalau oarng yang menyebut kita "Beelzebul" (=setan) sekalipun. Karena pada suatu ketika, kebenaran akan menampakkan dirinya sendiri. "Sing becik ketitik, sing ala ketara". Yang baik akan diketahui, dan yang buruk akan kentara. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka.

Salah seorang tokoh yang paling dicintai oleh rakyat Amerika, adalah Abraham Lincoln. Tapi jangan lupa, Lincoln adalah juga tokoh yang paling banyak dipergunjingkan orang. Seperti "gossip" tentang Gus Dur dan Aryanti tempo hari. Tapi apa yang terjadi ? Orang tidak mempercayainya. Gunjingan hanya menghebat ketika didebat. Gunjingan hanya dapat dilawan dengan karakter, yaitu bahwa kita tidaklah seburuk seperti yang dipergunjingkan orang.

John Wesley, pendiri gereja Metodis yang terkenal kesalahannya, pada suatu ketika dituduh sendiri sebagai melakukan dosa yang cukup keji. Wesley menanggapinya dengan tenang, sebab fitnah adalah makanannya sehari-hari. "Nah, sekarang lengkap sudah daftar dosaku. Dengan tambahan tuduhanmu, kini aku telah dituduh melakukan semua jenis dosa yang ada dalam katalog." Toh orang mempercayai Wesley, bukan istrinya. Ini berkat karakter Wesley yang kuat. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka. Pada suatu ketika, para pemfitnah itulah yang akan menelanjangi diri mereka sendiri. (ED)