Make your own free website on Tripod.com

Sakit dan Penderitaan

Kini kita akan menelaah persoalan-persoalan sekitar sakit dan penderitaan. Mengapa dua masalah itu ? Sebab dalam perjalanan hidup kita ke Hidup Yang Berkemenangan, bukan cuma kadang-kadan saja kita bersinggungan dengan sakit dan penderitaan. Tidak mustahil keduanya itulah pengiring hidup kita yang paling setia. "Sebab kepada kamu" , begitu kata Paulus, "dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita karena Dia" (Filipi 1:29). Jadi, bagaimana menyingkapinya ?

Yang pertama-tama perlu saya katakan adalah, sakit adalah kekuatan luar biasa yang telah menghindarkan umat manusia sehingga tidak lenyap dari muka bumi. O ya ? Ya ! Sebab sekiranya saja tidak ada rasa sakit, maka kemungkinan besar manusia - seperti dinosaurus - sudah lama punah dan menyatu dengan tanah. Bayangkan sekiranya tubuh tidak mampu merasakan panasnya api. Bukankah dengan mudah kita mati terbakar menjadi arang tanpa mengerang ? Kanker, misalnya, begitu mematikan, sebab sakitnya baru mulai terasa, setelah terlambat. Seperti rasa lelah memberi tanda kepada tubuh agar berhenti bekerja sebelum tubuh kehabisan day, begitulah rasa sakit adalah peringatan bahwa ada yang tidak beres dengan tubuh, agar segera diteliti dan ditangani. Sakit adalah karunia preventif dari Allah.

Semua itu saya katakan, di samping mengakui bahwa ada pula sakit yang diakibatkan oleh kesalahan dan kecerobohan manusia sendiri. Misalnya, karena gaya hidup yang tidak sehat. Sakit jenis ini tentu saja bukan karunia Allah, melainkan penyia-nyiaan karunia Allah.

Pokok bahasan kita yang kedua, yaitu penderitaan, lebih luas pengertiannya ketimbang sakit. Jenisnya pun lebih banyak. Orang bisa menderita secara fisik, tertekan secara psikis, ataupun merana secara spiritual. Namun ada persamaan pokok antara keduanya. Keduanya bisa merupakan ekspresi dari karunia preventif Allah. Bisa pula merupakan manifestasi dari kedosaan manusia. Yang jelas, setiap kali salah satu dari keduanya kita alami, Tuhan sebenarnya sedang menyapa kita, "Hey manusia, ada yang tidak beres ! Ayo cepat periksa !" It's check-up time, man ! (ED)