Make your own free website on Tripod.com

Tidak Takabur, Tidak Terkubur

Anda ingin mengetahui salah satu "ayat favorit" saya ? Ini : "Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan ... " (Roma 5:3-5).

Saya percaya bahwa, sekalipun tidak otomatis, situasi yang sulit membentuk manusia. Semakin sulit keadaan, semakin banyak terjadi hal-hal yang mengherankan.

Vivi adalah istri Albert, teman dekat saya. Pasangan muda ini hidup amat bahagia. Begitu cintanya Albert kepada istrinya, Vivi tidak sedikitpun ia perkenankan untuk merasa susah atau menjadi lelah/ Semua serba lengkap dan serba tersedia.

Tapi, sering terjadi, kemalangan datang tanpa mengetuk pintu. Albert mati karena kecelakaan, meninggalkan Vivi menjadi janda, dan Doni, putera mereka (3 tahun) - menjadi yatim. Hampir semua orang yang mengenal mereka mempunyai keprihatinan yang sama; bagaimana Vivi akan bisa bertahan, menjadi bapak dan ibu sekaligus ?

Ternyata bisa. Keadaan yang amat sulit telah mengubah dan membentuk Vivi menjadi perempuan yang tangguh. "Kesulitanku sepeninggal Albert, tidak sebanding dengan kebahagiaan yang telah diberikan Albert kepadaku. Lima tahun bersamanya telah memberiku sebuah reservoir kekuatan yang tidak ada habis-habisnya, untuk mengatasi masa-masa sulit yang datang kemudian". Mirip sekali dengan 7 tahun masa kelimpahan, yang karena dimanfaatkan dengan tepat, membuat Mesir - di bawah Yusuf - tidak cuma dapat bertahan, tapi juga menjadi berkat, selama 7 tahun kekeringan.

Apa yang dialami Vivi, berbeda dengan apa yang diutarakan Paulus. Dalam hal Paulus, "sakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". "Penderitaan yang ringan sekarang in, " tulisnya, mengerjakan kemuliaan yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami" (II Korintus 4:17). Tapi bagaimanapun berbeda, kata kuncinya sebenarnya sama saja : BERTAHAN ! Tidak takabur oleh kesenangan, tidak terkubur oleh penderitaan. (ED).