Make your own free website on Tripod.com

INTERUPSI

Ada satu jenis "Jeda" yang banyak membuat orang tidak sabar. Namanya, preparasi. Atau, bersiap diri. Misalnya, "Untuk apa sih sekolah sulit-sulit ? Yang penting akhirnya cari duit ?" Maunya orang-orang ini, tembak langsung. To the point.

Beberapa orang yang tamat SD pun tidak, memang bisa jadi pejabat atau konglomerat. Tapi sebagian terbesar akan terdampar, gagal, dan menyesal. Waktu bersiap diri memang bukan tujuan. Tapi ia amat menentukan sukses atau gagal kita dalam mencapai tujuan. Itulah sebabnya, periode jeda yang diam selama 30 tahun sebelum Yesus muncul ke depan publik, adalah periode yang menentukan.

Ada lagi jenis "Jeda" yang lain, yang amat sering membuat orang menggerutu, jengkel, dan kesal. Namanya, interupsi . Selingan mendadak. Bayangkan bila seluruh hari sudah diatur ketat dan cermat sampai ke menit, eeee, tiba-tiba ada tugas baru nyelonong begitu saja, atau situasi baru yang tidak terduga-duga. Bukankah buyar semua perencanaan ? Dan kacau semua pekerjaan ?

Markus 6:30-33 berkisah tentang Yesus dan murid-murid-Nya, yang telah merencanakan untuk mengasingkan diri sementara dan beristirahat. Mereka telah berangkat ke tempat tujuan. "Pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu mendahului Yesus dan kawan-kawan " (ayat 33).

Mungkin saja Yesus merasa kesal. Namun, tulis Markus, pada Yesus ada yang melebihi rasa kesal dan jengkel. Melihat orang-orang itu, "tergeraklah hati-NYa oleh belas kasihan ... lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka " (ayat 34).

Apa yang bisa kita pelajari dari sini ? Perencanaan itu perlu. Tapi, betapa pun perlu, perencanaan adalah alat. Bukan tujuan. Bukan Tuhan. Jangan sekali -sekali ia kita biarkan memperbudak kehidupan kita. Yang lebih penting dari perencaan, adalah tujuan. Hidup yang tak selalu bisa diduga ini sering memaksa kita mengubah rencana, justru untuk mencapai tujuan. Sebab itu, yang luwes dan fleksibel sajalah. (ED).