Make your own free website on Tripod.com

DOA : KOMUNI DAN KOMISI (1)

Berbicara mengenai doa, wah, bisa sangat mengasyikkan dan tak akan ada habis-habisnya. Aspek yang dapat ditelaah ada banyak sekali. Namun begitu, doa sebenarnya cuma punya dua sisi atau pilar utama. Yang pertama adalah, bahwa melalui doa kita bersekutu dengan Allah. Inilah KOMUNI, yang berasal dari kata "communion". Sedang sisi yang kedua adalah, bahwa dalam persekutuan dengan Allah itu, kita disuruh atau diberi tugas oleh Allah. Inilah KOMISI, yang berasal dari kata "commission".

Komuni dan komisi adalah bagaikan dua pembuluh darah utama yang terdapat di 'jantung' doa kita. Setiap kali jantung itu berdenyut, ia memompakan darah ke dua jurusan melalui pembuluh darah besar itu. Satu pembuluh darah utama tersumbat, fatal akibatnya. Komuni tanpa komisi adalah persekutuan yang mati. Sebaliknya, komisi tanpa komuni adalah aktivisme yang lambat tapi pasti akan mati pula. Sebab itu, komuni dan komisi.

Mari terlebih dahulu saya ajak Anda mencermati lebih lanjut sisi yang pertama. Bagaimana kita dapat membayangkan persekutuan dengan Allah itu ? Atau memahami kata-kata Paulus, bahwa kita telah ber-komuni baik dengan kematian maupun dengan kebangkitan Kristus (Roma 6:1-14) ? Stanley Jones mengiaskannya dengan orang yang menyadap pohon karet. Anda pernah melihatnya ? Menarik sekali ! Mula-mula kulit pohon para itu harus disayat cukup dalam. Aduh, pedihnya ! Melalui alur sayatan itu mengalirlah getah yang berasal dari "jantung" pohon itu. Tetes demi tetes. Kemudian sebuah mangkok kita tempelkan erat-erat ('komuni'-kan) ke ujung sayatan, untuk menampung getah yang mengalir. Hidup kita adalah bagaikan mangkok itu. Melalui doa, kita 'komuni'-kan mangkok kehidupan kita ke luka sayatan Tuhan kita. Menampung aliran darah kasih-Nya yang menguatkan dan mengampuni itu. Ini mesti kita lakukan secara teratur, sebab bila tidak, mangkok kita akan kosong. Dan mangkok kosong tak banyak gunanya.

Namun demikian, setiap kali mangkok itu hampir terisi penuh, ia harus dikosongkan. Supaya bisa diisi kembali, dan getahnya dapat lebih dimanfaatkan menjadi berkat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang. Inilah KOMISI atau tugas kita. (ED).